Tuesday, March 28, 2017

Menulislah.....

Ini ibarat rumah lama yang ditinggalkan pemiliknya. Beberapa kali ditengok, ya hanya ditengok saja. Sejenak memastikan bahwa kunci rumah masih kunci yang lama. Lupa cara bercerita dan lupa pula cara menyapa.

gambar dari abeautifulmess.com

Besok dan seterusnya berjanjilah bahwa kau akan terus bercerita. Mencatat semua kenangan, karena otakmu itu tak cukup kuat mereplay semua ingatan secara seksama bukan? Tak menjadi soal tak ada yang membaca, cukup dibaca sendiri dan diwariskan ke anak cucu yang kelak mungkin cukup bahagia bisa mengikuti perjalanan mu. Dan tentu saja semoga tulisan yang kelak kau tulis bisa menjadi pelajaran berharga buatmu yang tak cuma hiburan di kala senja.

Bismillah


Saturday, March 26, 2016

Mengenali gejala demam berdarah

male and female mosquito
Beberapa bulan terakhir, terjadi peningkatan angka penderita demam berdarah di Rumah Sakit. Terutama sejak intensitas hujan yang semakin meningkat yang tidak diimbangi peningkatan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Nyamuk demam berdarah merupakan nyamuk yang menyenangi genangan air bersih. Maka dia bisa hidup di bak kamar mandi yang tidak ditutup, atau kaleng, botol dan sampah lain yang menjadi penampung air hujan. Nyamuk Aedes aegypti akan senang bertelur dan berbiak disana. Waktu nyamuk menggigit di pagi hari sekita 2 jam setelah matahari terbit. Yang harus diperhatikan adalah telur nyamuk aedes aegypti yang sudah diletakkan, bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama, bahkan bisa sampai setahun. Begitu terkena air, telur akan segera menetas. Hal ini membuat kontrol nyamuk virus dengue sangat sulit.


 a life cycle of Aedes Aegypti


Gejala awal demam berdarah hampir sama dengan gejala dari penyakit infeksi lainnya, seperti demam tinggi, sakit kepala, badan pegal-pegal, mual, muntah, kadang disertai nyeri tenggorokan atau dalam beberapa kasus dengan diare. Oleh sebab itulah, orang awam bahkan tenaga kesehatan mengira hanyalah batuk pilek atau radang biasa. Gejala khas demam berdarah yaitu adanya kurva bifasik seperti pelana kuda. Suhu penderita DBD akan tinggi dan terus bertahan dari hari pertama sampai hari ke 4-5 yang berangsur perlahan turun. Ketika suhu turun disanalah hal yang patut diwaspadai. Pada hari ke 4-5 biasanya nilai trombosit akan turun di bawah angka 100rb dan terjadi peningkatan hematokrit >20%. Hematokrit menunjukkan nilai kekentalan darah. Demam "berdarah" yang dimaksud tidak hanya terjadi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, tetapi juga terjadi internal bleeding yang justru lebih membahayakan yang pada akhirnya akan jatuh ke kondisi dengue shock syndrome. Angka kematian akibat dengue fever menurut penelitian tidak lebih dari 1%, sedangkan dengue haemmoraghic fever sekitar 2-5%, dan apabila terjatuh dalam kondisi shock maka angka kematian meningkat sampai 50%. 

Pepatah mengatakan pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Pencegahan demam berdarah selalu didengung-dengungkan apalagi saat terjadi KLB. Seharusnya pencegahan telah dimulai jauh sebelum dan terus berkesinambungan. Tidak hanya ketika telah terjadi musibah baru kita merasa kewaspadaan harus ditingkatkan. Beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mengcegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti :
1. Menutup wadah air yang menjadi sarana nyamuk bertelur
2. Mengganti air di bak mandi paling tidak sedikit seminggu sekali
3. Membuang air yang tergenang di pot tanaman atau air yang ada di alas tatakan gelas di dispenser
4. Membakar atau mengubur kaleng, botol atau wadah yang memungkinkan air untuk tergenang
5. Menggunakan lotion anti nyamuk
6. Fogging
7. Menggunakan vaksin DBD
source : National Environmental Agency, Singapore

Untuk vaksin ada kabar gembira, vaksin DBD telah ditemukan dan sedang diujicobakan di Meksiko. Vaksin ini dinilai efektivitasnya sampai 88%, dan penggunannya untuk usia 9-45 tahun. penggunaan yang hanya terbatas usia tertentu memang masih menjadi kelemahan. Vaksin ini diperkirakan akan masuk ke Indonesia sekitar tahun 2017. Ya semoga. Peningkatan kewaspadaan tentang pentingnya pencegahan dan pengenalan terhadap perkembangan penyakit DBD harus terus disosialisasikan di semua elemen masyarakat tetapi tetap KITA SENDIRI yang harus memulainya, baru menularkan semangat positif ke orang lain. 

sumber : emedicine, WHO, Denguevirus.net

dengue hemorrhagic fever

Indonesia, as one of developing countries in the world, is still facing high prevalence of an infectious disease. Although, we are also dealing with non-communicable disease such as cardiovascular disease, metabolic disease and etc. During a rainy season, the incidence of dengue fever is keep going increase, due to high productivity of mosquito (called Aedes Aegypti). Aedes aegypti is a day biting mosquito and most active during daylight, for approximately two hours after sunrise and several hours before sunset. The mosquito rests indoors, in closets and other dark places. Outside, they rest where it is cool and shaded.  Patients with dengue fever go on to develop dengue hemorrhagic fever (DHF), a severe and sometimes fatal form of the disease. Dengue fever is typically a self-limiting disease with a mortality rate of less than 1%. When treated, dengue hemorrhagic fever has a mortality rate of 2-5%, but when left untreated, the mortality rate is as high as 50%. A fatal complication of DHF is showed among few cases. Many of parents and also adult who visit a primary helath center, clinic, and hospital worry about their condition. 
The signs and simptoms of DHF are alike another infectious diseases. Those simptoms such as : 

  • Headache
  • high fever
  • Retro-orbital pain
  • Severe myalgia and Arthralgias
  • Nausea and vomiting 
  • Rash: A maculopapular or macular confluent rash over the face, thorax, and flexor surfaces, with islands of skin sparing
  • Weakness
  • Altered taste sensation
  • Anorexia
  • Sore throat
  • Mild hemorrhagic manifestations (eg, petechiae, bleeding gums, epistaxis, menorrhagia, hematuria)
World heatlh organization has recommendation for patient condition, especially for the outpatient. This is the flowchart : 



Prevention of mosquito breeding
The idiom said that an ounce of prevention is worth a pound of cure. So, what are the optimize preventions among individual and also the community? DHF is often associated with poor environment sanitation, inferior housing and inadequate water supplies. All changes start from yourself first and let spread into the community where you live in. 

To eliminate standing water:
- Unclog roof gutters;- Empty children's wading pools at least once a week;
- Change water in birdbaths at least weekly;
- Get rid of old tires in your yard, as they collect standing water;
- Empty unused containers, such as flower pots, regularly or store them upside down;
- Drain any collected water from afire pit regularly.

References : (WHO, Emedicine, and denguevirus.net)

Saturday, February 15, 2014

ingatan (itu)

Rindu itu tentang kelindan di masa lalu yang masih terekam jejaknya di beberapa potongan memori. Tawa renyah, sedan yang tertahan, malu yang memerah atau semangat yang menumpuk sampai ke ubun. Kita hanya perlu bergerak maju, move on kalau kata orang. Ingatan-ingatan itu tidak perlu kau masukkan dalam recycle bin lalu kau delete selamanya. Membiarkan dia terkubur dalam, lalu kau berjalan pelan meninggalkannya bahkan kadang tetap menyisakan rasa yang sedikit menyesakkan. Ah sudahlah.

mendadak kangen sajak cahaya bulan nya Gie. kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta (insyaallah)


Saturday, December 14, 2013

The world behind the window

Dear me. 

Are you sure it is the right time? Please, do assure me! Sometimes, I still don’t know what does exactly things that I am scared and anxious. But, I must deal with those kind things. Please, help me! The life-next may be quite hard even merely in my imagination. In my thought, i assume so many things will be happen and that likely will worsen. Actually, I know really clear that life isn’t easier like most people say. But, some others said, how come you say that will be hard, if you are not through on this way yet. Just kick negative thought out from your mind. Don’t thinking too much. Pray much and learn more! 


Don't you remember at the moment when you were in second grade in elementary school? How scared you were. You imagined that you would not be able to deal with difficulties that you were going through. But, in the last you were able to convince yourself that you could do that. This circumstance might be same as when you see the world through the window. Sometimes, you feel that the places that you see are the best place and better condition than yours, or while you see a worse condition, you imagine how poor they are. You just live in your perception. In reality, might be your perception doesn't match even for little things.  Hopefully, i can face all of situation that i will deal with. 
Regard, 
I, my self 

Saturday, October 19, 2013

cerita tentang biostat dan epid

Pekan ini perkuliahan memasuki blok baru dengan mata kuliah yang baru pula. Yup, epidemiology. quite similar with bio-statistics. Ouch! Ketika S1 saya tidak terlalu menyukai mata kuliah IKM. Entah karena terlalu membosankan jadi lah tidak paham. Fortunately, Dosen yang ngajar di Seameo-Recfon keren luar biasa. Memahamkan ilmu biar menjadi setara s2 dengan basic saya yang begitu rapuh  sungguh luar biasa. Ada Miss Linda yang super jenius, Pak Iwan yang membuat biostat  dengan membuat banyak contoh sehingga lebih mudah dicerna, dan asisten course yang super sabar. Outstanding performance deh mereka pokoknya. Dari awal yang bahkan harus googling dulu saat menemukan anova, ancova atau CI atau logistic (dan tetap om gugel tetap tidak membantu pemahaman) saat critical review journal, sekarang menjadi sedikit lebih tahu. Sebenarnya ini cukup lebih baik karena pengantar kuliah kita yang menggunakan bahasa inggris, bahkan untuk bio-statistics. Tau dong gimana? Dengan bahasa ibu sendiri saja masih kelimpungan, apalagi dengan bahasa asing. Menjadi sangat bersyukur karena memang basic saya sungguh luar biasa sangat nihil dibandingkan teman-teman seangkatan yang fresh-graduated (hehe, ngeles) dan terbiasa membuat karya ilmiah atau terlibat penelitian.

Lain bio-statistics lain pula epidemiology. Pertama kuliah kita sudah kedatangan prof. lye dari Universitas Putra Malaysia. Setiap tahun beliau memang diundang untuk mengajar basic epidemiology selama satu pekan. Beliau juga tidak kalah kerennya. Ada satu pesan yang saya ingat dari Prof Lye, tentang intellectual honestly. Tentang bagaimana sebuah study yang tidak melaporkan berbagai kelemahan sehingga tampak benar, atau mengutak-atik data sehingga yang tampak bukan true effect. Prof Lye said, doesn't matter with mistaken, but don't repeatedly again. and He also said, i am still learning now, i learn a lot from my post-graduated student. So don't be shy in learning, that's no related with whatever grade you are in. 


Thanks for Miss Linda, Pak Iwan, Mrs Ade, Mr Aria, Mrs Lina dan Prof Lye. Semoga nilai ujian kami semua bagus, aamiin. :)

dua puluh delapan

Kemarin menjadi terlewat begitu saja. Jumat penting, tepat mengulang hari yang sama di dua puluh delapan tahun yang silam. time flies so fast,that past seems like if it was just a dream. Jam 3 subuh memulai perjanjian menjadi hamba Allah di muka bumi. Berniat bangun dengan jam yang bertepatan dengan dua puluh delapan tahun yang lalu, tetapi ternyata aktivitas beberapa hari yang begitu melelahkan membuat tidur menjadi terlalu nyenyak dan sepanjang hari jumat sampai malam seperti memeluk erat kampus, malam baru kembali saat jam menunjukkan angka setengah sebelas malam. 

Bertambah usia, makin tua, makin berkurang kesempatan untuk menjadi lebih baik, makin berkurang waktu untuk membaktikan diri kepada Allah. Semoga di sisi lain, makin bisa mematangkan pola berpikir, harus bisa menjadi Hamba Allah yang lebih baik. Semoga bisa mengoptimalkan usia yang masih tersisa. Begitu banyak keinginan di dunia yang belum dicapai. Semoga pula, keinginan di dunia itu bisa mengantarkan kemudahan meraih jalan bahagia di akhirat. aamiin.

Setua ini sudah melakukan apa saja?? Sudah menberi apa saja buat sesama??

Gelukkig Nieuwjaar!
*depok, senja selepas hujan di 19 Oktober 2013 sambil mendengarkan senandung selamat ulang tahun dee-

Total Pageviews